Makanan Kucing yang Cocok

Setiap manusia di dunia sangat suka dengan hewan peliharaan. Ada yang suka memelihara burung. Ada yang suka memelihara anjing. Ada pula yang suka memelihara kucing. Saya adalah salah satu orang yang juga suka memelihara hewan. Dulu saat kecil saya memelihara ayam. Saya memelihara ayam dari kecil hingga besar. Dan ujung-ujungnya adalah ayamnya disembelih untuk lauk.

Lama sekali tidak memelihara hewan, saat kuliah keluarga saya memutuskan untuk memelihara kucing. Bapak dan adik saya pun pergi ke pasar hewan. Di sana banyak sekali hewan peliharaan yang dijual. Mulai dari hewan yang biasa, hingga hewan yang jarang dijumpai oleh kita, dijual di pasar hewan tersebut. Nah setelah memilih-milih, akhirnya adik saya jatuh hati pada kucing jenis persia.

Kucing jenis persia ini sedikit beda dengan jenis kucing anggora. Jika anggora cuma mengandalkan bulu lebat, jenis persia ini memiliki hidung yang lebih pesek dari kucing anggora. Namun, kucing persia ini lebih eksklusif dibandingkan dengan kucing anggora. Kucing persia cenderung lebih rentan sakit dibandingkan dengan anggora. Jadi, kami sekeluarga pun harus memperhatikan banyak hal agar kucing persia tersebut tidak gampang sakit.

Salah satu hal yang kami lakukan untuk menghindari kucing persia kami sakit adalah dengan memperhatikan jenis makanannya. Ada jenis makanan kucing yang dijual di toko-toko hewan peliharaan. Berbagai merk pun ada dengan harga yang berbeda-beda pula. Si kucing persia pun kadang pilih-pilih makanan. Pernah kami belikan jenis makanan yang murah, si kucing malah tidak mau makan. Setelah dibelikan makanan yang sedikit mahal dan bau ikannya lebih pekat, si kucing makan dengan sangat lahap.

Kucing kami pun pernah mengalami sakit yang cukup unik, yaitu tidak bisa buang air kecil. Kasihan melihat kucing tersebut susah buang air kecil. Sampai keluar darah setiap kali buang air kecil. Kami pun membawanya ke dokter hewan, katanya sih karena jenis makanannya. Wah, ternyata bisa seperti itu yah, pikir saya waktu itu. Setelah kami beri makanan yang khusus dan disuntik oleh dokter hewan, kucing kami pun bisa buang air kecil lagi. Namun, masih menandakan kesulitan, tidak selancar dulu. Sampai akhirnya perut kucing kami membesar dan sepertinya akibat air kencing yang tidak bisa keluar.

Kami bawa ke dokter kembali. Si dokter menyarankan kami untuk mengoperasi kucing tersebut. Karena biaya operasi yang mahal dan saat itu keuangan juga lagi melemah, akhirnya ibu saya bertanya lagi pada dokter, apakah tidak ada cara lain. Ada satu cara alternatif, yaitu penis kucing tersebut dicoblos dengan kateter. Itu pun masih kira-kira, belum bisa memastikan apakah berhasil atau tidak. Akhirnya pun solusi tersebut dipilih. Saat proses pencoblosan tersebut kami melihat ekspresi kucing tersebut kesakitan dan keluar darah yang banyak disertai air kencing yang meleleh begitu saja. Dan keluar seperti butiran batu kecil keras dari penis kucing tersebut.

Setelah batu kecil tersebut keluar, hingga hari ini kucing tersebut tidak mengalami kesulitan kencing. Nah, untuk mengantisipasi kejadian itu, kami pun mengganti jenis makanan kucing kami. Untuk itu, sebelum memutuskan membeli jenis makanan kucing, kamu harus membaca beberapa review makanan kucing yang cocok untuk kucingmu. Kamu bisa mendapatkan review itu melalui blog pribadi di internet atau langsung bertanya kepada temanmu yang juga memelihara kucing.